top of page
Sandralogo.PNG

Analisis Film Beautiful Mind - Schizophrenia

  • Writer: sanzuraa
    sanzuraa
  • Sep 13, 2022
  • 2 min read

Updated: Nov 27, 2022

Schizophrenia is a serious mental disorder in which people interpret reality abnormally, may result in some combination of hallucinations, delusions, and extremely disordered thinking & behavior that impairs daily functioning, also can be disabling. People with schizophrenia require lifelong treatment.


A BEAUTIFUL MIND menampilkan kehidupan John Nash, seorang jenius matematika. Namun John memiliki kesulitan besar dalam berperilaku pada situasi interpersonal dan sosial, serta kurangnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. John digambarkan sebagai orang yang arogan dan apatis terhadap orang lain. Dia merasa dia di atas teman-temanya. Dalam film tersebut, John didiagnosis menderita skizofrenia.
Skizofrenia dalam DSM-5 didefinisikan oleh kelainan pada satu atau lebih dari lima domain delusi, halusinasi, pemikiran yang tidak teratur, perilaku motorik yang sangat tidak teratur atau abnormal, dan gejala negatif. John mengalami halusinasi dan delusi. John juga menunjukkan gejala negatif berupa berkurangnya ekspresi emosional yang merupakan penurunan motivasi aktivitas.



Analisis A Beautiful Mind

Halusinasi John Nash secara langsung mempengaruhi delusinya. Khayalan utamanya adalah bahwa dia adalah agen rahasia Departemen Pertahanan dan sedang mencoba untuk menghentikan Rusia dengan memecahkan kode kontrol bom yang akan diledakkan di AS dengan tujuan untuk menimbulkan banyak korban sipil. Dia memiliki delusi paranoia yang merupakan keyakinan bahwa seseorang atau sesuatu sedang mengikuti dan akan menyakitinya. John percaya bahwa Parcher dan mata-mata lain sedang mengejarnya dan akan menyakitinya. Berdasarkan informasi dari film, John memenuhi;


  • Kriteria A: Dua (atau lebih) dari berikut ini, masing-masing hadir untuk sebagian besar waktu selama periode 1 bulan. Setidaknya salah satu dari ini harus ada (1), (2), atau (3):

  • Kriteria B: tingkat fungsinya jadi jauh lebih rendah daripada sebelum timbulnya gangguan ✓

  • Kriteria C: menunjukkan tanda-tanda dan gangguan terus-menerus selama setidaknya 6 bulan ✓

  • Kriteria D: tidak termasuk ke dalam depresi schizo-afektif atau bipolar¿ (kurangnya informasi tentang episode depresif berat atau manik)

  • Kriteria E: gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis suatu zat ✓ tidak ada scene yang membuktikan bahwa dia menggunakan zat / obat tertentu

  • Kriteria F: ¿ (masa kecilnya tidak nampak dalam film).



- John adalah seorang jenius matematika, hal itu bisa memicu delusi “pemecahan kode”.

- Menjadi outsider bisa memicu delusinya untuk mengatasi perasaan terisolasinya.

- Stres juga bisa memicu delusi.



Rekan-rekannya di Princeton menunjukkan rasa hormat terhadap karirnya dan mengizinkannya tinggal di kampus setelah ia tidak dapat mengajar. John diberi perawatan, dia berkomitmen ke unit psikiatri dua kali. Selama waktu terapi, delusi John berhasil hilang dengan terapi kejut listrik dan resep obat yg diberikan psikiaternya, Dr. Rosen. Namun John tidak merespon obat dengan baik. Ia mulai menunjukkan perilaku katatonik dan kehilangan minat dalam kehidupan sehari-hari.


Pada scene-scene akhir film, terlihat bahwa John berhenti meminum obatnya, lalu halusinasinya kembali muncul, namun ia dapat mengabaikannya. Dan dengan dukungan keluarganya, John bisa lepas dari obat-obatan, walaupun masih berhalusinasi dan berdelusi, John sudah bisa membedakan realita dan khayalan.


Secara keseluruhan, film A Beautiful Mind telah berhasil dalam visualisasi perspektif penderita schizophrenia dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak semua detailnya benar-benar akurat, metaforanya didasarkan pada pemahaman ilmu psikologi.

Comments


Sandralogo.PNG

s a n z u r a a

on your sweet dream

©2020 by Sandraa

bottom of page